Preloader

Telepon 031-8290473

Masa Observasi PPL Para Sarjana Pendidikan Program PPG UNESA di SMAN 15 Surabaya

Sebanyak 36 sarjana pendidikan Program PPG (Pendidikan Profesi Guru) UNESA yang mengikuti program PPL di SMAN 15 Surabaya berkumpul di aula bersama koordinator DPL, para guru pamong dan wakil kepala sekolah untuk mengikuti seremonial penarikan sementara program PPL (Program Pengalaman Lapangan).

Tahun ini SMAN 15 Surabaya menerima lebih banyak jumlah mahasiswa dan bidang studi yang diajar, antara lain Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Geografi, sejarah, seni Rupa dan Penjas Olahraga dan Kesehatan. Mereka adalah mahasiswa PPG SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terpencil, Terdalam dan Terluar) yang telah menyelesaikan tugas mengajar di salah satu daerah tersebut selama satu tahun.

Sebagaimana kita ketahui, mengajar di daerah-daerah tersebut tidak semudah mengajar di daerah perkotaan. Tentu saja ada suka duka yang merka dapatkan. Metta Permatasari, mahasiswai prodi Bahasa Inggris, mengatakan bahwa dia tinggal di rumah salah satu penduduk di Pasaman Barat, Sumatera Barat yang berbeda budaya dan latar belakang. Namun mereka sangat perhatian dan respect terhadap kehadiran para mahasiwsa guna mencerdaskan anak-anak di daerahnya dan memajukan pendidikan yang selama ini agak tertinggal. Hampir sebagian besar mereka mengeluhkan tentang sulitnya berkomunikasi karena kendala jaringan komunikasil sebagai salah satu dukanya.

Di dalam sambutannya, Bapak Drs. Artono, M.Hum., yang bertugas sebagai koordinator Dosen Pembimbing Lapangan mengatakan bahwa para mahasiswa ini semua dididik menjadi guru yang profesional dan tangguh sehingga ketika sudah lulus mereka sudah siap menjawab tantangan untuk menjadi guru yang diharapkan di masa depan. Beliau menegaskan bahwa pihak universitas terbuka jika ada saran dan kritikan terhadap cara kerja dan prilaku para mahasiswa ketika sedang menjalankan tugas PPL di SMAN 15 Surabaya demi kebaikan mereka bersama.

Hal tersebut diatas selaras dengan pendapat Kepala Sekolah SMAN 15 Surabaya, Johanes Mardijono, S.Pd.,M.M.,”Kalau mereka dididik dengan program PPG yang harus mengajar dan mendidik di daerah 3T dan PPL di kota maka lengkaplah mereka memiliki kriteria guru yang tangguh dan terampil. Hal ini terbukti ketika mereka berada di SMAN 15 Surabaya.

Drs.Nurhamdi, M.Pd.I., Wakil Kepala Humas, menyatakan ucapan terima kasihnya kepada para mahasiswa PPG yang telah menjalankan masa observasi dan membantu beberapa tugas selama tiga minggu di SMAN 15 Surabaya. Diharapkan ada masukan untuk perbaikan kualitas pendidikan di SMAN 15 Surabaya.

Selanjutnya, Bapak Drs. Artono, M.Hum. sebagai koordinator DPL mengatakan bahwa para mahasiswa PPG yang mengikuti program PPG diharapkan mampu menyerap informasi dan menemukan beberapa permasalahannya sehingga pada bulan Juli mendatang mereka bisa menemukan solusinya setelah melakukan Penelitian Tindakan Kelas. Di samping itu, dalam masa observasi beliau yakin bahwa mereka juga mendapatkan banyak wawasan, pengalaman dan ketrampilan yang sangat berguna.

Selama masa observasi banyak hal yang bisa mereka kerjakan dan dapatkan. Para mahasiswa PPG tidak hanya berkenalan dengan murid-murid yang diajar oleh guru pamong tetapi juga berinteraksi dengan mereka. Di samping itu, mereka juga mengamati dan membantu tugas-tugas yang dikerjakan guru pamong, antara lainentry nilai e-rapor, piket di pagi hari menyambut para murid dengan bersalaman, mempersiapkan media pembelajaran, dan lain-lain.

Kebetulan keberadaan mereka bertepatan dengan pelaksanaan USBN, maka mereka pun secara bergantian ikut membantu di dalam pendistribusian lembar jawaban essaydi tempat ujian dan menyerahkannya ke panitia. Di dalam kegiatan ini, mereka bisa mengamati pelaksanaan USBN secara langsung maupun tidak langsung (melalui layar yang ada di ruang panitia).

Sebagai contoh di dalam masa observasi, para mahasiswa PPG prodi Bahasa Inggris melakukan interview terhadap murid-murid yang diajar oleh guru pamong, Dwi Arianti, M.Pd. Sebelumnya mereka telah menampilkan hasil kerja kelompok berupa gamesyang telah ditentukan temanya sesuai dengan materi pembelajaran di levelnya. Murid-murid diminta menceritakan kembali pengalamannya dan kelebihan serta kekurangan pelaksanaan gamesnya. Rafael Yoga Prihatna, mahasiswa PPG asal Gresik, berpendapat bahwa dia sangat terkesan karena murid-murid SMAN 15 memiliki ketrampilan speaking yang membanggakan. Mereka dapat menceritakan kembali pengalamannya dengan sangat ekspresif dan lancar.

Setelah menjalani observasi selama tiga minggu di SMAN 15, mereka akan kembali mengikuti pembelajaran di kampus guna mereview kekurangan atau masalah apa saja yang mereka dapatkan. Selanjutnya mereka menyusun PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang pengambilan datanya akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang. Diharapkan dari hasil PTK tersebut akan ada solusi terhadap permasalahan yang ada di dalam proses belajar mengajar demi perbaikan kualitas pendidikan di SMAN 15 Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Informasi Lebih Lanjut Silakan Hubungi 031-8290473