Preloader

Telepon 031-8290473

Pembelajaran Interaktif dengan Video Conference di SMA Negeri 15 Surabaya bersama 114 sekolah

Surabaya-Di zaman tekhnologi dan informasi yang berkembang cukup pesat, diharapkan sektor pendidikan pun bisa mengikutinya. Dari tahun ke tahun, pemerintah terus berbenah memajukan pendidikan para generasi penerus bangsa. Salah satu langkah yang telah ditempuh yaitu membentuk komunitas sekolah jaringan yang lebih dikenal dengan SEAMEO. Dalam hal ini, pihak sekolah harus mendukung pelaksanaannya dengan cara bergabung di dalamnya dan aktif mengikuti kegiatannya. Sebelum mengaplikasikan program ini, para guru TIK dari masing – masing sekolah yang ditunjuk mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan di Hotel Utami, Sidoarjo. Program yang dilaksanakan ini bertujuan untuk menyamakan pemberian materi pembelajaran untuk semua sekolah yang tergabung dalam sekolah jaringan.

SMA Negeri 15 Surabaya, sebagai salah satu sekolah yang baru bergabung di dalam sekolah jaringan, berperan aktif mendukung pelaksanaan kegiatan video conference (vicon). Beberapa saat yang lalu murid-murid didampingi guru pengajar mengikuti vicom bidang studi Fisika. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang laboratorium computer 1 yang berada di lantai 2 gedung depan. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama semua elemen sekolah yang didukung oleh guru TIK dan operator sekolah.

Sitifirdausin Ni’mah,S.T., bertindak sebagai guru TIK yang mendapat tugas mengurus kegiatan ini, membagikan info di grup guru bahwa siang hari tanggal 13 September akan ada vicom bidang studi Bahasa Inggris pada pukul 12:30 – 13:30 WIB oleh Nanik W. dari SMA Negeri 5 Surabaya. Sekolah menunjuk kelas XII MIA-5 sebagai partisipannya dan Dwi Arianti, M.Pd., yang akrab disapa Ma’am Ryan, sebagai guru pendampingnya.

Persiapan pun dilakukan guna melancarkan kegiatan vicom. Murid-murid dikondisikan Shalat Dhuhur terlebih dahulu dan makan siang. Tepat pukul 12:15 WIB, mereka diminta untuk berkumpul di lab kom 1. Firdausin, yang mempunyai hobi mancing ini bersama-sama dengan seorang teknisi yang bernama Fajar Rahmansyah, sudah terlihat sibuk mempersiapkan segala peralatan seperti LCD, layar, tripod, kamera, laptop, dan lain-lain.

Semua murid dan guru pendamping memasuki ruangan 15 menit sebelum acara dimulai. Mereka nampak antusias menyambut vicon ini. Kadang-kadang mereka tertawa ketika mendengar suara-suara guru atau murid dari sekolah lain yang sedang tes suara atau melihat tingkah dan ekspresi yang lucu di layar. Tepat pukul 12:30 WIB, pembelajaran interaktif jarak jauh menggunakan server berbayar bernama Cisco Webex Meetings dimulai.

Materi yang disampaikan yaitu Exploring English through: UN vs SBMPTN, identifying social function, getting understanding, summarizing, restating statement, identifying main ideas, finding meaning or reference. 

Ditampilkan sebuah teks murid-murid diminta menjawab pertanyaan multiple choices. Satu persatu diterangkan secara detail dan baik.

Setelah selesai membahas soal-soal, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Caranya setiap operator sekolah mengajukan pemberitahuan lewat pesan jika ada murid yang ingin bertanya dan karena waktu sangat terbatas maka pertanyaan yang bisa dijawab tidak lebih dari enam. Beruntung ketika baru dibuka sesinya, salah satu murid Libels yang bernama Kania Amelia mengajukan pertanyaan tentang “How to differentiate between analytical and hortatory exposition.”
Pertanyaan ini sanggup dijawab dengan rinci sehingga dia paham dan tidak bingung lagi.

Tidak jarang pertanyaan yang diajukan di luar materi yang telah diterangkan seperti:

1. How to solve the grammar difficulties?

2. How to speak English fluently? 

Murid-murid dari berbagai sekolah tetap memperhatikan meskipun di luar materi namun tetap berguna dan menambah wawasan mereka tentang penguasaan Bahasa Inggris. Dan setelah sekitar satu jam lebih, murid-murid meninggalkan lab kom 1 menuju ke kelasnya lagi dan mengikuti kegiatan belajar-mengajar.

Setelah kegiatan vicon selesai, Firdausin mengungkapkan bahwa sekolah jaringan memberikan pengalaman baru bagi murid-murid SMAN 15 Surabaya. Biaasanya gurunya sendiri yang memberikan materi, kali ini pemateri dari sekolah lain yang memberikan pengajaran pada mereka. Apalagi yang diajarkan tentang materi UN dan SBMPTN. Hal ini menjadi sangat menarik bagi siswa siswi SMAN 15 Surabaya. Mereka juga jadi tahu bagaimana proses vicon dengan berbagai macam sekolah dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Adapun yang terlibat yaitu SMAN 5 Surabaya, SMAN 1 Kediri, SMAN 2 Probolinggo, SMAN 2 Lumajang, SMAN 1 Babat, SMAN 3 Jombang, SMA MUH. 1 Sumenep, SMAN 1 Ponorogo, SMAN 1 Talun-Blitar, SMAN 2 Situbondo, dan lain-lain.

Seringkali dia sedikit gemas saat ada operator sekolah lain yang tidak mute speakearnya karena hal tersebut mengganggu ketika pihak sekolah tersebut agak ramai. Hal ini bisa dimaklumi karena ada beberapa operator masih belum paham tentang fitur-fitur yang dipakai. Satu hal yang menyenangkan baginya dan teknisi adalah llistrik tidak padam. Menurut Fajar, jika listrik padam dan jaringan internet putus, kegiatan vicon tidak bisa dilanjutkan.

Sebagai Kepala SMA Negeri 15 Surabaya, Johanes Mardijono, S.Pd. M.M., mengaku senang karena sekolah yang dipimpinnya sudah masuk dalam komunitas sekolah jaringan. Namun, dia berharap murid-murid lebih giat lagi belajar demi kesuksesan mereka saat menempuh UN dan SBMPTN setelah melihat hasil pre-test bidang studi Bahasa Inggris dan Matematika yang diikuti oleh 50 murid bersama 114 sekolah lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Informasi Lebih Lanjut Silakan Hubungi 031-8290473